fbpx
Hipnotis » BLOG » Psikologi » Psikologi Abnormal

Psikologi Abnormal

Sejarah Singkat Psikologi Abnormal

Sebelum adanya cabang ilmu psikologi abnormal, orang jaman dulu sudah memiliki problem abnormalitas atau orang saat ini sering menyebutnya dengan kata “gila”. Masalah ini bahkan sudah ada sejak adanya peradaban manusia. Sayangnya, hanya sedikit yang bisa tercatat dan dapat dikaji peradaban saat ini.

Seorang bernama Melampus pernah memperkenalkan praktik penyembuhan gangguan mental dengan metode herbal. Ia menggunakan berbagai tanaman dan ekstrak akar-akaran untuk mengatasi Melankolia, serta bubuk Zat Besi untuk mengatasi impotensi traumatik. 

Praktik ini berkembang di daerah Pilus, dimana masyarakatnya meminta kesembuhan kepada dewa Asclepius. Kuil-kuil tempat penyembahan dewa penyembuh ini menjadi tempat perawatan penderita penyakit mental. Mereka dirawat secara biologis seperti akar mandrake dan psikologis seperti penafsiran mimpi dan menggunakan musik.

Hipocrates pada zamannya juga banyak menaruh perhatian pada masalah ini, ia menemukan bahwa otak manusia adalah pusat kesadaran, intelektual dan emosi.  Hipocrates lebih percaya pada hal – hal yang bersifat alamiah daripada hal yang bersifat supernatural, dan karena itu pula menyimpulkan bahwa pola hidup tertentu akan memberi pengaruh kepada kesehatan otak dan tubuh.

Selain Hipocrates, ada Ascleplaides dan Galen (130-200SM) dari Romawi yang mendukung perlakuan lebih manusiawi serta adanya perawatan di rumah sakit untuk para penderita gangguan mental. Galen berhasil menemukan jawaban tentang cara kerja perilaku manusia dan kaitannya dengan tubuh. Padangan Galen menjadi dasar pemikiran dalam mengembangkan penelitian tentang psikologi abnormal.

Setelah Galen meninggal, inilah awal mula penurunan kualitas kajian-kajian mengenai kajian ini, meskipun keilmuannya sempat berkembang di daerah Arab. Aspek pengobatan dari Yunani sempat digunakan oleh masyarakat Arab tepatnya di daerah Bagdad, saat itu pasien mendapat perawatan yang sangat manusiawi di rumah sakit setempat. 

Bahkan saat itu sempat ada seorang tokoh bernama Avicenna (sekitar tahun 980an) meneliti dan mengkaji lebih jauh mengenai depresi. Ia mengatakan bahwa depresi adalah hasil dari ketidakseimbangan kimia di dalam tubuh yang disebabkan oleh stress emosional. Ia percaya musik dapat digunakan sebagai terapi, dan hal tersebut menyebar hingga ke Eropa sampai 300 tahun kemudian.

Zaman kegelapan bagi dunia medis muncul saat Gereja Katolik Roma membatasi penelitian dan kajian tentang perilaku Abnormal. Mereka meyakini penyakit gangguan kejiwaan berasal dari kekuatan supranatural jahat / sihir. Pasien gangguan kejiwaan dirawat langsung oleh pastur dengan doa-doa, benda keramat, cambukan dan pukulan. Sayangnya hal ini terjadi hingga sekitar abad ke 15.

Setelah Renaisans, ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang ini semakin berkembang. Hingga muncul tokoh-tokoh seperti  Emil Kraepelin, Eugen Bleuler, dan Sigmund Freud. Setelah itu muncullah istilah Skizofrenia yang digunakan oleh para psikolog. Tahun 1953 American Psychological Association mengembangkan kode etik untuk merawat pasien penderita skizofrenia, sehingga mereka dapat di rawat dengan baik.

Definisi Psikologi Abnormal

Psikologi abnormal adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang berfokus untuk memahami pola perilaku abnormal manusia. Selain itu, dalam cabang ilmu ini juga dipelajari cara-cara tertentu untuk membantu menangani kasus abnormalitas. Tidak hanya sekedar membahas mengenai gangguan perilaku dan psikologi, lebih jauh psikologi abnormal banyak didasari dan dikaitkan dengan studi medis.

Psikologi abnormal kadang-kadang disebut juga psikopatologi. Dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan istilah Abnormal Psychology. 

Penyebab Kelainan Jiwa dalam Psikologi Abnormal

Faktor penyebab gangguan kejiwaan dapat dilihat dari dua sudut pandang, pertama dari tahap berfungsinya, kedua dari sumber asalnya.

Dari Tahap Berfungsinya:

Primary Cause

Gangguan yang muncul karena fungsi fisik yang terinfeksi virus, terluka, dan sejenisnya.

Predisposing Cause

Kondisi masa lalu yang dapat mempertinggi risiko terkena gangguan kejiwaan.

Preciptating Cause

Kondisi yg tidak dapat ditolerir atau tidak tertahankan dan sangat memukul kondisi psikisnya.

Reinforcing Cause

Kondisi atau keadaan di luar diri individu yang dapat memperkuat gangguan kejiwaan.

Sirkulasi faktor-faktor Penyebab

Serangkaian faktor penyebab yang kompleks, bukansebagai hubungan sebab akibat sederhana melainkan saling mempengaruhi.

Dari Sumber Asalnya:

Faktor Biologis

Terganggunya fungsi fisik seperti kerusakan otak, kelainan genetik, dan segala penyebab lainnya.

Faktor Psikososial

Faktor ini lebih disebabkan oleh keadaan dirinya yg terganggu, misal:

  • Trauma di masa Kanak-kanak
  • Deprivasi Parental (Dipisahkan dari Ortu)
  • Hubungan Orang tua & Anak yg Patogenik
  • Struktur Keluarga yg Patogenik
  • Stress Berat

Faktor Sosiokultural

Biasanya berkaitan dengan tuntutan masyarakat yang sangat menekan individu.

Klasifikasi Kelaian Jiwa

Dalam kajian psikologi abnormal gangguan atau kelainan jiwa ternyata bermacam-macam. Untuk memudahkan penanganan dan penelitian lebih lanjut, para ahli memberikan klasifikasi gangguan jiwa yaitu:

  1. Psikosis
  2. Neurosis
  3. Retardasi Mental

Teori-teori Dasar dalam Psikologi Abnormal

Psikologi Abnormal memiliki asumsi-asumsi dasar yang menjadi sudut pandang dalam menentukan kajian dan memberikan definisi. Hal tersebut akan mempermudah dalam penelitian mendalam menenai hal ini.

Referensi:

  • https://www.academia.edu/25643600/Psikologi_Abnormal
  • https://www.academia.edu/12324447/PSIKOLOGI_ABNORMAL
  • https://ebekunt.files.wordpress.com/2009/11/psikologi-abnormal.pdf
  • https://dosenpsikologi.com/psikologi-abnormal
  • https://dosenpsikologi.com/sejarah-psikologi-abnormal

Baca Juga:

1 thought on “Psikologi Abnormal”

Leave a Comment