fbpx
Hipnotis » BLOG » Romansa » Philophobia – Orang yang Susah Jatuh Cinta

Philophobia – Orang yang Susah Jatuh Cinta

Philophobia, sebuah topik bahasan yang menarik untuk kalangan muda dan juga untuk yang ‘lahir duluan‘ alias senior. Siapa sih yang nggak pernah mengalami kisah cinta / romansa? Semua pasti pernah, meskipun dengan versinya masing-masing.

Sayangnya diantara mereka yang menikmati indahnya dinamika romansa, ada orang -orang yang sangat sulit untuk jatuh cinta. Benar… mereka adalah penderita philophobia.

Apa itu Philophobia?

Philo berasal dari bahasa Yunani yang berarti Cinta, sedangkan Phobia adalah rasa takut berlebihan dan tanpa alasan logis, bisa jadi hal tersebut tidak berbahaya. Nah, kita tahu sekarang bahwa philophobia adalah rasa takut berlebih untuk mencintai dan dicintai. Phobia ini sering kali hinggap pada diri wanita, meskipun ada juga pria yang mengalaminya.

Orang yang mengalami gangguan ini bukan tidak ingin merasakan dicintai atau mencintai, sama seperti kita mereka menginginkannya. Namun mereka sering kali ketakutan apabila mereka tahu ada seseorang yang mencintainya, gelisah, takut, tidak nyaman, bahkan sampai ada yang menunjukkan permusuhan. Mereka skeptis dan SELALU memiliki pandangan yang buruk tentang cinta.

Apa penyebab Philophobia?

Orang tidak serta-merta mengalami masalah ini, ada penyebab yang menyebabkan orang mengalaminya. Sering kali penyebab tersebut berasal dari masa lalu mereka. Berikut beberapa kecenderungan penyebab orang mengalami gangguan ini:

  • Pola asuh yang salah dari orang tua
  • Perlakuan tidak menyenangkan di masa lalu tentang kisah cinta
  • Perceraian orang tua yang begitu membekas
  • Melihat korban siksaan karena hubungan percintaan sehingga tidak ingin dirinya mengalaminya
  • Pergauland dengant teman saat anak-anak
  • Kegagalan dalam kisah cintanya yang begitu mendalam (batal menikah, kegagalan rumah tangga, tidak direstui dll)

Apa saja tanda seseorang mengalami gangguan Philophobia?

Perlu dicatat bahwa tidak semua orang yang memilih single atau hidup sendiri berarti ia menderita gangguan ini. Semua perlu dikaji dan didiagnosis lebih lanjut mengenai ketakutan yang orang tersebut alami. Berikut beberapa tanda yang dapat Anda gunakan:

  • Selalu saja ketakutan dan menghindari topik tentang percintaan
  • Menjauhkan diri dari hal-hal yang berpeluang menghadirkan cinta
  • Panik, gugup, resah, ketakutan, melarikan diri, dan bisa membenci apabila ia bertemu langsung dengan sesuatu yg berpotensi sebagai cinta
  • Penderita merasa lebih baik mati daripada merasakan cinta
  • Berusaha untuk menghindari dari segala bentuk pikiran atau khayalannya tentang cinta
  • Tidak jarang ia lebih suka menyendiri dan murung karena takut bertemu orang lain yang dapat berpotensi cinta
  • Adakah orang di sekitar Anda yang mengalaminya? Jika ada, maka ajaklah mereka mencari solusinya.

Bagaimana Menangani Philophobia?

Bisakah gangguan ini disembuhkan? Tentu saja bisa. Untuk mengatasi hal ini ada beberapa hal yang perlu dilakukan, diantaranya:

1. Menyadari bahwa si penderita butuh bantuan

Jika seseorang belum merasa ada yang salah dalam dirinya dan belum ingin berubah, maka proses penyembuhan bisa lebih lama. Seseorang yang merasa dirinya bermasalah dan memutuskan untuk meminta bantuan cenderung lebih mudah disembuhkan.

2. Optimis bahwa hal ini dapat diatasi

Memang, gangguan seperti phobia ini sering kali membuat penderitanya menganggap bahwa ‘ini tidak mungkin berubah’. Faktanya, semua penderita philophobia dapat sembuh dengan bantuan professional. Asalkan si penderita benar-benar ingin bebas dari hal ini.

3. Belajar dari masa lalu

Segala bentuk phobia pasti berasal dari hal-hal yang pernah dilalui, dilihat, didengar, atau dirasakan. Semua memori tersebut dimaknai dan diberi emosi oleh otak kita, emosi tersebut harus dipisahkan dari memori kejadian yang ada. Memori memang tidak dapat diubah, tapi emosi dari memori tersebut dapat diubah dengan memberi makna yang berbeda. Hal ini sering dilakukan dengan logoterapi.

4. Bantuan Professional

Apabila gangguan ini sudah cukup parah dan membuat penderita kesulitan menjalani aktifitas sehari-hari maka perlu adanya bantuan terapi dari professional. Penderita bisa datang ke psikolog, konselor, psikiater, hypnotherapist, psikoanalyst, atau siapapun yang bekerja di bidang kesehatan mental.

Demikian tulisan saya tentang Philophobia, semoga bermanfaat, jangan lupa baca artikel lainnya dari saya di:

Leave a Comment