Hipnotis » BLOG » Psikologi » Ivan Pavlov – Biografi dan Teori Belajar

Ivan Pavlov – Biografi dan Teori Belajar

Dalam kehidupan manusia tak bisa lepas dari masalah psikologi, yakni yang mempelajari sisi dalam manusia, mengenai segala bentuk kepribadian dan perilaku manusia. Salah satu tokoh ilmuwan psikologi yang terkenal ialah yang bernama Ivan Pavlov.

Ia hidup di kurun waktu sekitar tahun 1049 hingga 1936. Berkat temuannya ketika mengamati perilaku anjing, dia jadi bisa mencetuskan suatu teori mengenai perilaku atau behavior theory yang sering juga disebut sebagai learning theory. Berikut ini adalah Biografi Ivan Pavlov dan teori-teorinya tentang proses learning.

Siapa itu Ivan Pavlov

Ivan Petrovich Pavlov adalah nama lengkapnya. Ia merupakan seorang ahli di bidang psikologi yang terkemuka, atau lebih tepatnya pada bidang fisiologi, yakni salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari tentang berlangsungnya sistem kehidupan, berkat temuan teorinya maka behavioristik terkenal ini memperkenalkan teori pengondisian asosiatif stimulus respons pada dunia.

Biografi Ivan Pavlov

Ivan Pavlov lahir di suatu desa kecil di Rusia pada tanggal 4 September 1849, orang tuanya memberinya nama Ivan Petrovich Pavlov. Oleh keluarganya ia diharapkan untuk menjadi seorang

pendeta, oleh karenanya ia pun disekolahkan di suatu seminari di Rusia dan mulai mempelajari ilmu tentang teologi. Namun sesudah ia membaca buku tentang Charles Darwin maka ia pun menyadari bahwa ia lebih tertarik pada dunia ilmiah daripada sekolah seminari dan mempelajari tentang agama, maka ia pun lalu meninggalkan sekolah seminarinya dan mulai kuliah di Universitas St. Petersburg.

Kemudian Ivan Petrovich Pavlov, nama lengkapnya, pun mulai mempelajari tentang kimia dan fisiologi. Ia lalu berhasil meraih gelar doktornya di tahun 1879. Kemudian Ivan Palov melanjutkan penelitian dan percobaannya sendiri dengan melakukan riset tentang sistem pencernaan serta peredaran darah dan lain sebagainya hingga usianya mencapai 86 tahun, dan meninggal pada tanggal 27 Februari 1936.

Capaian Prestasi

Ivan Pavlov sempat menjadi profesor di bidang fisiologi di Akademi kedokteran di Kekaisaran Rusia. Ivan Pavlov juga berhasil meraih penghargaan Nobel di bidang Physiology or Medicine pada tahun 1904. Temuan teorinya tentang pengondisian sangat besar pengaruhnya dalam bidang psikologi behavioristik di Amerika dan dunia hingga kini.

Teori Ivan Pavlov

Teori fisiologi temuan Ivan Pavlov tersebut bisa dikatakan secara tidak sengaja ia temukan, yakni ketika ia sedang mempelajari proses pencernaan hewan anjing. Anjing tersebut akan mengeluarkan air liur jika diperlihatkan makanan.

Keluarnya air liur oleh anjing tersebut merupakan suatu hasil reaksi dari suatu stimulus yakni berupa makanan. Ivan Pavlov lalu membunyikan lonceng terlebih dahulu sebelum memberikan makanan kepada anjing tersebut. Hal tersebut ia lakukan secara terus menerus dan berulang-ulang. Suatu reaksi yang terjadi ialah anjing tersebut pun mengeluarkan air liurnya pada saat lonceng dibunyikan, bahkan ketika lonceng dibunyikan tanpa disertai dengan pemberian makanan.

Dari sini ia pun lantas menarik suatu kesimpulan dan teori fisiologis, yakni bahwa makanan sebagai stimulus rangsangan awal alami yang wajar, sedang lonceng merupakan suatu stimulus rangsangan buatan. Lalu jika pemberian stimulus atau rangsangan yang sama tersebut dilakukan secara berulang-ulang, maka rangsangan arau stimulus buatan ini akan menimbulkan suatu kondisi, yakni dalam hal ini ialah timbulnya air liur pada anjing itu.

Peristiwa seperti ini lantas disebut sebagai suatu Reflek Bersyarat ataupun Conditioned Respons dalam ilmu fisiologis. Berdasarkan eksperimen yang dilakukannya tersebut, Pavlov lantas berkesimpulan bahwa terdapat beberapa cara perubahan tingkah laku yang bisa digunakan dalam proses belajar yang tercantum dalam learning theory atau teori belajar.

Ivan Pavlov berhasil melihat bahwa anjing tersebut tidak hanya akan bereaksi atau merespons dengan berdasarkan pada kebutuhan biologisnya saja, yakni akibat rasa laparnya, tapi juga sebagai hasil dari proses belajar, yakni dalam hal ini adalah bunyi lonceng, yang lalu disebutnya sebagai suatu pengondisian klasik. Dalam ilmu psikologi, pengondisian klasik dalam penerapannya sering dipergunakan sebagai terapi untuk mengubah perilaku seorang individu.

Apa itu Teori Behavior

Teori behavioristik merupakan suatu aliran di bidang psikologi yang menekankan pada terbentuknya perilaku yang nampak sebagai suatu hasil dari pembelajaran. Aliran behavioristik dalam aliran psikologi ini memandang proses belajar sebagai suatu hal yang sangat besar dampak dan pengaruhnya terhadap respons atau reaksi atau perilaku individu, dan menjadi arah perkembangan teori dan juga praktek pendidikan dan juga proses pembelajaran hingga kini. Dalam Teori Behavioristik maka proses belajar merupakan perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari hasil interaksi antara stimulus dengan respons.

Dalam kata lain belajar adalah perubahan kemampuan, respon dan perilaku dengan cara yang baru tertentu sebagai hasil interaksi dari suatu stimulus atau bentuk reaksi dari suatu rangsangan. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus respon ataupun reaksinya tersebut memandang dan menempatkan orang atau seorang individu yang menjalani proses belajar sebagai seorang individu yang pasif sifatnya, yakni reaksi atau respon atau perilaku tertentu baru akan didapat dengan menggunakan suatu proses pelatihan atau pembelajaran atau proses pembiasaan.

Munculnya perilaku atau respon atau reaksi tertentu tersebut akan bisa menjadi semakin kuat apabila diberikan suatu reinforcement atau unsur penguatan yang unsurnya positif dan akan bisa menjadi menghilang apabila stimulus tersebut berupa suatu bentuk hukuman atau sebagai suatu hal yang negatif. Teori ini akan tepat dan sangat cocok diterapkan guna melatih anak-anak yang masih dalam tahap membutuhkan dominasi peran dari orang tua atau wali atau pembimbingnya, atau guru, yakni orang yang lebih dewasa dari padanya.

Anak-anak juga akan lebih mudah dan suka untuk mengulangi dan dapat dibiasakan, juga suka untuk menirukan dan juga senang dengan bentuk-bentuk hadiah penghargaan langsung seperti dengan diberikannya hadiah berupa barang ataupun ucapan pujian. Menurut teori conditioning Pavlov tersebut maka bisa diketahui bahwa suatu proses belajar itu ialah merupakan suatu proses perubahan yang dapat terjadi sebagai akibat adanya syarat-syarat ataupun suatu kondisi yang lalu dapat menimbulkan suatu reaksi

atau respons ataupun perilaku tertentu. Beberapa tokoh teori belajar behaviorisme tersebut antara lain selain Ivan Pavlov, ialah ada Thorndike, juga Watson, dan Hull, serta Edwin Guthrie juga Skinner dan lain sebagainya. Penerapan teori Pavlov ini sangat banyak dan luas di keseharian, baik itu yang dilakukan secara sengaja ataupun yang secara tak disengaja.

Melalui penerapan learning theory and behavior change ini maka suatu individu yang memiliki sifat atau perilaku yang negatif dengan memberi stimulus tertentu bisa berubah menjadi memiliki habit atau kebiasaan baru yang merupakan suatu perilaku yang lebih positif sifatnya.

Ivan Palov ialah sosok cerdas yang berhasil melihat adanya suatu proses belajar atau learning theory, yang didapatnya dari pengamatannya kepada perilaku dan respons atau reaksi anjing peliharaannya. Teori behavior tersebut lantas mampu memberi dampak dan pengaruh yang besar dalam ilmu fisiologi.

Daftar Pustaka Ivan Pavlov

  • Feldman, Robert S. (2012). Pengantar Psikologi. Salemba Humanika
  • Wade, Carole (2007). Psikologi, edisi ke-9. Penerbit Erlangga
  • Coon, Dennis (2010). Introduction To Psychology:Gateways To Mind And Behavior. Wadsworth
  • M. Pomerantz, Andrew (2012). Clinical Psychology : Science, Practice, And Culture 2nd ed. Sage Publications.
  • L. Atkinson, Rita (2010). Pengantar Psikologi. Interaksara

Leave a Comment