Hipnotis » BLOG » Psikologi » Carl Gustav Jung – Biografi

Carl Gustav Jung – Biografi

Carl Gustav Jung—Bagi Anda yang berkecimpung atau mendalami ilmu psikologi, tentu tidak asing lagi dengan nama tokoh psikologi ternama Carl Gustav Jung. Lahir dari keluarga dengan background agama dan pendidikan yang kuat, pemikiran Jung menjadi salah satu kiblat dalam dunia pengetahuan khususnya psikologi. Carl Gustav Jung semasa hidupnya mendedikasikan diri pada ilmu pengetahuan, mempelajari banyak aspek keilmuan dan mencetuskan beragam teori yang fenomenal hingga saat ini.

Biografi Carl Gustav Jung

– Carl Gustav Jung adalah seorang pemuda yang cerdas yang lahir pada tanggal 26 Juli 1875. Jung lahir di desa Kesswill dekat Swiss tepatnya di pinggiran danau Kontanz. Ayahnya adalah seorang pendeta di desa tersebut. Jung belajar banyak dari ayahnya yang bernama Paul Jung. Ayah Jung selain seorang pendeta adalah ahli filologi andal. Jung mampu menguasai banyak bahasa, diantaranya adalah bahasa latin, sastra kuno, dan bahasa Sangsekerta yang ada dalam kitab suci umat Hindu. Religiositas yang dimilikinya ini nantinya menghadirkan pemikirannya yang identik dengan hal-hal yang religius dan ilmiah yang tampak dari teori-teorinya.

– Secara personality, Carl Gustav Jung adalah pribadi yang lebih suka menyendiri. Dia tidak fokus pada sekolahnya dan bukan pribadi yang gemar berkompetisi. Jung mempelajari banyak cabang ilmu seperti zoology, biologi, palaentologi, dan arkeologi sekaligus sebelum akhirnya dia memilih mempelajari bidang kedokteran. Lebih dari itu, Jung memperkaya khazanah keilmuannya dengan mempelajari beberapa cabang ilmu yang lain, sebut saja mitologi, ghotitisme, referensi Kristen, alkimia, dan termasuk juga dua cabang lain yaitu filsafat dan gothisme. Adapun yang melatarbelakangi keinginannya untuk mempelajari semua cabang ilmu tersebut adalah keinginan untuk memadukan antara ilmu humanisme dan eksakta yang jika keduanya dipadukan maka akan lahir keilmuan yang menyatu.

– Karier Jung di awali dengan menjadi seorang asisten dokter pada tahun 1900. Kemudian, Jung menyabet gelar dokter dengan disertasinya yang membahas mengenai psike yang merupakan fondasi dari berbagai gejala psikis. Menurut Jung, saat dia mendapati seorang pemuda yang sedang kesurupan, Jung pun yakin bahwa pada saat seorang pemuda mengalami kesurupan, di sana terdapat proses dirinya untuk menemukan kepribadiannya yang lebih lengkap, dimana alam ketidak sadaran dari pemuda tersebut sedang mencoba untuk meraih alam kesadarannya.

– Jung menikah dengan seorang perempuan yang memiliki ketertarikan pula dalam bidang ilmu, dia adalah Emma Rauschenbach. Pada tahun 1907, Jung bertemu dengan Sigmund Freud melalui sebuah tulisan mengenai interpretasi mimpi. Keduanya akrab sebagai guru dan murid, namun Jung tidak selalu berpatokan pada Frued. Bahkan setelah debat keduanya yang terjadi pada tahun 1909, hubungan Jung dan Frued pun mulai merenggang.

– Tahun 1948, jung mendirikan sebuah institute yang bernama C.G Jung yang berlokasi di Zurich. Jung mengalami trauma yang menyakitkan pada perang dunia pertama yang kemudian mendorong dirinya untuk melahirkan teori-teori kepribadian yang fenomenal. Untuk membuktikan penelitiannya, Jung mengunjungi berbagai negara seperti halnya mendatangi suku primitif yang ada di Amerika serta India.

– Ada setidaknya dua ratusan karya yang telah ditulisnya baik itu yang sudah maupun belum dipublikasikan. Beberapa diantaranya adalah Psychiatric studies, Psychogenesis and Mental Desease, Eksperimental Researches, Freud and Psychoanalysis. Symbol Of Transformation, Two Essay on Analytical Psychology, Psychological Types, The Structure And Dinamics of the Psyche, dan masih banyak lagi.

Teori Carl Gustav Jung

Pandangan psikologi Jung sedikit berbeda dengan Freud. Menurut Jung, teori kepribadian tidak hanya dipengaruhi oleh ras dan suku saja yang kaitannya adalah dengan hukum sebab akibat, namun juga dipengaruhi oleh elemen teologi. Elemen ini berhubungan dengan tujuan dan aspirasi masing-masing pribadi. Entah itu yang kaitannya dengan masa lalu yang nyata, maupun kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa mendatang. Adapun beberapa istilah yang berkaitan dengan teori kepribadian Jung adalah:

– Kesadaran dan ego

Menurut Jung, ego adalah jiwa sadar yang di dalamnya terdapat pikiran, ingatan, persepsi, perasaan yang sadar. Elemen inilah yang selanjutnya melahirkan identitas seseorang dan sekaligus kontinuitas aktivitas seseorang. Ego dalam segi keilmuan psikologi Jung, berada pada level kesadaran.

– Ketidaksadaran Pribadi

Area yang berdekatan dengan ego adalah ketidaksadaran pribadi. Ketidaksadaran ini muncul dari adanya sesuatu yang tidak disadari namun sebenarnya pernah terjadi. Pengalaman tersebut adalah pengalaman yang dulunya diabaikan, ditekan, disupresikan, direpresikan sehingga berada di level yang lemah untuk disadari.

– Kompleks-kompleks

Apa itu kompleks-kompleks? Ini adalah istilah yang mewakili sesuatu yang terorganisir yang berupa pikiran-pikiran, perasaan-perasaan dan sekaligus ingatan yang ada di dalam ketidaksadaran masing-masing individu. Ada semacam magnet yang menjadi pusat bagaimana nantinya beberapa pengalaman bisa terarah atau tertuju padanya.

– Ketidaksadaran Kolektif

Ketidaksadaran kolektif adalah tumpukan bekas ingatan yang tersimpan secara turun temurun dari satu masa ke masa yang lain. Di dalamnya tidak hanya terkandung sejarah dari masa manusia saja, namun juga sejarah pra manusia dan nenek moyang terdahulu yang berupa binatang. Bisa dikata, ini adalah perkembangan dari evolusi manusia yang terjadi sejak zaman dulu hingga sekarang, yang merupakan tumpukan pengalaman yang mengalami repetisi dari generasi ke generasi.

– Persona

Persona bisa dikata merupakan topeng yang semestinya dipakai oleh seorang pribadi. Topeng ini kaitannya dengan tradisi, kebiasaan dan budaya yang ada dan dialami dalam masyarakat. Persona adalah sesuatu yang diharapkan ada pada diri pribadi oleh orang lain atau masyarakat tertentu, meski hakikatnya mungkin saja ini akan sangat berbeda dengan kepribadiannya yang sesungguhnya. Persona bisa dikata adalah cara seseorang meletakkan dirinya dalam sebuah masyarakat dengan mengikuti bagaimana tradisi dan budaya yang ada dalam masyarakat tersebut. Singkatnya, persona adalah kepribadian public.

– Anima dan Animus

Pada dasarnya, setiap manusia, baik laki-laki memiliki sifat yang berkolaborasi di dalam dirinya. Menurut Jung, wanita maupun laki-laki adalah pribadi yang biseksual, yang di dalam keduanya terdapat sifat feminine untuk pria yang disebut dengan anima dan sifat maskulin pada wanita yang disebut dengan animus. Ini dikarenakan antara keduanya, laki-laki dan perempuan telah lama hidup bersama. Jung mengaitkan hal ini dengan adanya arketipe-arketipe tertentu yang melekat pada pria dan pada wanita.

– Konsep Bayang-bayang atau Shadow Carl Gustav Jung

Ini berkaitan dengan insting-insting binatang yang melekat pada manusia selama proses evolusi yang dijalaninya. Insting tersebut bisa berupa dosa asal yang jika dihubungkan dengan sesuatu yang negatif yang ada di luar, maka ini berhubungan dengan musuh dan iblis.

Bagian inilah yang sering kali memberikan perasaan yang tidak menyenangkan dimana dengan perasaan tersebut seseorang patut dihina, karena tidak sesuai dengan hal positif yang berlaku dalam masyarakat. Hal ini bisa ditekan dengan menerapkan persona pada diri pribadi, maupun dengan cara merepresikannya dalam ketidaksadaran.

Jika di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, shadow berarti bisikan jahat dalam diri. Istilah di atas identik dengan pemikiran Carl Gustav Jung.

Referensi:

Baca Juga:

1 thought on “Carl Gustav Jung – Biografi”

Leave a Comment