Hipnotis » BLOG » Psikologi » Alfred Adler – Biografi dan Teori Psikologi

Alfred Adler – Biografi dan Teori Psikologi

Apakah kamu pernah mendengar cerita tentang Alfred Adler? Bagi kamu yang belajar atau bekerja di bidang psikologi ataupun bimbingan konseling pasti sudah tidak asing lagi dengan nama ini. Namun, bagaimana dengan kamu yang tidak terjun langsung dalam dunia psikologi? Apakah kamu mengetahui siapa Alfred Adler?

Biografi Singkat Alfred Adler

Alfred Adler adalah seorang psikolog sekaligus dokter, terapis dan pendiri psikologi individual. Alfred Adler disebut sebagai pendiri psikologi individual, karena Alfred Adler adalah orang pertama yang melakukan penelitian dan penekanan tentang kepribadian individu. Tak hanya itu, beliau juga memperkenalkan istilah inferiority feeling atau yang lebih dikenal dengan nama kompleks inferioritas. Sehingga bukan hal aneh bila nama Alfred Adler masuk ke dalam jajaran tokoh yang sangat berjasa dalam dunia psikologi. Khususnya psikologi individu.

Alfred Adler lahir tanggal 7 Februari 1870 di Penzing, Austria dan meninggal dunia pada tanggal 28 Mei 1937 di Aberdeen, Skotlandia. Selama 67 tahun kehidupannya, sudah ada banyak penelitian yang dilakukan oleh beliau. Penelitian-penelitian ini, umumnya mengenai psikologi individu.

Sudah banyak karya-karya yang lahir dari penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Adler. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah “Studi Inferioritas Organ dan Kompensasi Psikis”. Karya yang terkenal ini tentunya membutuhkan subjek penelitian yang tidak sedikit. Subjek penelitian yang dilakukan oleh Adler meliputi naluri, rasa rendah diri, agresif, perkembangan anak, perilaku serta psikologi individu.

Perjalanan Karir Alfred Adler

Mungkin kamu berpikir bahwa Alfred Adler memulai kariernya menjadi dengan menjadi seorang psikolog. Mengingat beliau terkenal sebagai salah satu tokoh dan bapak psikologi dunia. Namun, apakah kamu tahu? Bahwa Alfred Adler tidak memulai kariernya sebagai seorang psikolog, melainkan sebagai dokter spesialis mata. Dari dokter spesialis mata beliau melanjutkan perjalanan kariernya menjadi seorang dokter umum.

Kemudian, pada tahun 1910 Alfred Adler dipercaya untuk menjadi pemimpin atau presiden dari Vienna Psychoanalytic Society. Vienna Psychoanalytic Society ini merupakan sebuah komunitas yang membantu menangani Psychoanalytic dari masyarakat. Namun sayangnya ada ketidakcocokan dalam pemikiran dan sudut pandang para anggotanya. Hal ini pun membuat Adler memutuskan untuk keluar dan mundur dari jabatannya sebagai seorang pemimpin.

Akan tetapi, perjalanan seorang Alfred Adler tidak hanya sampai di situ. Setelah keluar dari komunitas Vienna Psychoanalytic Society, Adler memutuskan untuk membangun komunitasnya sendiri. Komunitas ini diberi nama Society Individual Psychology. Sehingga komunitas ini lebih membantu menangani psikologi individu masyarakat dibandingkan psikologi analitik dari masyarakat secara keseluruhan.

Ketika perang dunia pertama pecah, tepatnya pada tahun 1914, Adler bertugas menjadi dokter perang untuk tentara Austria. Awalnya Adler ditugaskan untuk menjadi dokter perang di daerah front Rusia. Sebelum, akhirnya dipindah tugaskan untuk menangani pasien-pasien korban perang yang ada di rumah sakit.

Setelah perang dunia pertama usai, Adler memutuskan untuk membuka konseling anak di Vienna. Konseling ini, berisi sebuah tim yang akan menangani trauma anak akibat dari perang. Tak butuh waktu lama eksistensi dari tim ini melonjak naik. Sehingga banyak masyarakat yang meminta bantuan dari tim yang dibuat oleh Adler.

Tak hanya menjadi seorang psikolog dan dokter, tahun 1924 Adler juga menjajal kemampuannya menjadi seorang pengajar, tepatnya menjadi dosen di Institut Pedagogi, Vienna. Selain itu, Adler juga sering menjadi dosen tamu di negara-negara yang ada di Eropa maupun Amerika. Bahkan di tahun 1927 beliau pernah menjadi dosen di Universitas Indonesia.

Baca juga: Albert Ellis dan Teorinya

Metode Penelitian dan Penelitian Khas yang Dilakukan Alfred Adler

Metode penelitian dan penelitian yang dilakukan oleh atlet dinilai cukup khas ( memiliki keunikan tersendiri ). Penelitian ini mencakup observasi-observasi empiris yang dilakukan Adler di lingkungan terapeutik. Selain itu, penelitian ini kebanyakan menitikberatkan pada rekonstruksi yang berkaitan dengan masa lampau.

Umumnya observasi ini dilakukan dengan melakukan wawancara kepada pasien. Kemudian pasien diminta untuk menceritakan hal-hal apa saja di masa lampau yang diingat oleh pasien. Selanjutnya penilaian akan diberikan berdasarkan tingkah laku dan laporan verbal yang diberikan oleh pasien. Umumnya metode serta penelitian yang dilakukan berkaitan dengan hal-hal yang terdiri dari :

  1. Urutan kelahiran dengan kepribadian.
  2. Ingatan-ingatan awal, serta
  3. Pengalaman-pengalaman maupun hal-hal yang berkesan pada masa kanak-kanak.

Hasil Pemikiran dan Penelitian Alfred Adler Tentang Kepribadian

Deri penelitian dan metode penelitian khas yang dilakukan oleh Alfred Adler, terbentuklah hasil penelitian yang sangat berguna bagi pengetahuan tentang kepribadian individu. Tak hanya itu, hasil penelitian ini juga menjadi dasar dari penelitian psikologi masa kini.

1. Perjuangan ke Arah Superioritas

Dalam perjuangan ke arah superioritas dikatakan bahwa tingkat agresif lebih penting dari seksualitas. Hal ini dikarenakan tujuan akhir dari manusia adalah menjadi manusia yang agresif, berkuasa dan akhirnya menjadi superior. Sehingga bukan hal yang aneh bila superioritas disebut sebagai sebuah perjuangan ke arah kesempurnaan.

2. Minat Sosial

Sudah menjadi hal yang biasa bila seorang individu membantu masyarakat. Namun, umumnya minat sosial adalah sebuah bawaan dimana seorang individu akan menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadinya. Tujuannya adalah untuk menciptakan sebuah masyarakat yang sempurna.

3. Gaya Hidup

Gaya hidup adalah salah satu prinsip dari kepribadian individu. Prinsip ini juga populer dengan nama prinsip ideografik di mana keunikan individu bisa terbentuk dari gaya hidupnya. Umumnya gaya hidup yang mempengaruhi kepribadian seseorang adalah gaya hidup yang dilakukan anak pada usia 4 sampai 5 tahun.

4. Inferioritas dan Kompensasi

Inferioritas sering diartikan sebagai letak dari gangguan. Gangguan ini, timbul diakibatkan hereditas atau kelainan dalam perkembangan. Tak hanya itu inferioritas juga sering diartikan sebagai bentuk penyempurnaan dalam kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan manusia telah didorong oleh kebutuhan inferior untuk menjadi superior. Sehingga tujuan hidup diartikan sebagai kesempurnaan dan bukan sebuah kenikmatan.

5. Finalisme Fiktif

Hasil pemikiran dan penelitian tentang finalisme fiktif ini dipengaruhi oleh gagasan yang dikemukakan seorang filsafat bernama Hans Vaihinger. Dari hasil pemikiran tersebut, Adler menemukan ide bahwa seorang manusia lebih termotivasi oleh harapan-harapan di masa depan dibandingkan kejadian yang sudah pernah terjadi di masa lampau.

6. Daya Kreatif

Daya kreatif di sini adalah sebuah konsep yang menjadi puncak dari prestasi Adler sebagai seorang teoritikus kepribadian. Ketika konsep diri kreatif ini ditemukan, maka secara otomatis konsep ini diletakkan pada puncak dari konsep lainnya. sebab diri kreatif memiliki sifat yang konsisten berdaulat dan padu dalam struktur kepribadian.

Tujuh Prinsip Teori Kepribadian

Dari hasil pemikiran dan penelitian yang dilakukan oleh Adler terbentuklah tujuan dan prinsip teori kepribadian individu. Tujuan dan prinsip ini dibagi ke dalam tujuh kategori. Kategori-kategori tersebut, meliputi:

  1. Prinsip diri kreatif
  2. Prinsip superior
  3. Prinsip diri yang sadar
  4. Prinsip minat sosial
  5. Prinsip gaya hidup
  6. Prinsip tujuan semu, dan
  7. Prinsip rasa rendah diri

Ketujuh prinsip inilah yang menjadi dasar dari teori kepribadian, khususnya teori kepribadian individu yang dikemukakan oleh Alfred Adler.

Daftar Pustaka

  • https://www.adler.edu/page/about/history/about-alfred-adler
  • https://www.britannica.com/biography/Alfred-Adler
  • https://psikodemia.com/prinsip-teori-kepribadian-alfred-adler/

Baca Juga

Leave a Comment